Showing posts with label Pemasaran. Show all posts
Showing posts with label Pemasaran. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

Menaikkan Harga Tanpa Kehilangan Pelanggan

Dalam memasarkan produk, penentuan harga biasanya menjadi permasalahan yang cukup rumit. Di satu sisi biaya produksi untuk produk kita semakin meningkat namun di sisi yang lain pelanggan belum siap menerima kenaikan harga.Ditambah lagi persaingan usaha yang semakin ketat membuat kenaikan harga menjadi masalah yang sensitif. Bisa-bisa kita akan kehilangan pelanggan jika nekat menaikkan harga.

Banyak orang mengurangi kualitas untuk menekan harga jula produk demi tetap mempertahankan lama, namun yang terjadi justru pelanggan kecewa dengan mutu yang menurun. Namun jika kita menaikkan harga pelanggan juga kecewa karena harga naik, memang serba dilematis.
Jika anda berorientasi pada kualitas dan konsistensi produk,maka pilihan menaikkan harga menjadi keputusan yang harus dilakukan. Namun tentunya bagaimana agar tidak kehilangan pelanggan anda.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam menaikkan harga namun anda tidak kehilangan pelanggan:
1.Targetkan pasar anda pada pelanggan yang lebih kaya
Orang kaya cenderung tidak akan memikirkan harga dalam menentukan pilihan dalam membeli sebuah produk. Yang dipertimbangkan adalah masalah kualitas produk, brand dan gaya hidup. Contoh saja produk kedai kopi Starbucks , untuk secangkir kopi di Starbucks dibandrol dengan harga yang “tidak wajar” menurut orang biasa namun tetap saja banyak orang mencari Starbucks jika ingin menikmati kopi.
2. Menjadi Leading di Bidang anda
Reputasi perusahaan atau brand menjadi penting dalam mempengaruhi psikologis pelanggan. Pelanggan biasanya tidak terlalu menghiraukan kenaikan harga dan akan mengikuti perubahan itu jika memang mereka sudah memiliki kepercayaan terhadap reputasi bisnis anda.
3. Meng-upgrade Tempat dan penampilan anda.
Penampilan sangat mempengaruhi pembeli dalam mengambil keputusan membeli produk. Penampilan produk yang terkesan biasa-biasa saja menjadikan pelanggan sangsi akan kualitas produk apalagi jika harganya tinggi. Untuk dua produk dengan kualitas yang sama namun berbeda penampilan membuat keputusan yang berbeda dalam membeli.
Penampilan dan tata ruang lokasi tempat menjual produk juga akan mempengaruhi pembali dalam mengambil keputusan. Misalnya saja jika anda berjualan makanan, maka tempat yang bersih dan nyaman lebih dipilih daripada tempat yang kumuh dan kotor.
Jika untuk menjaga mutu dan kualitas memang harus menaikkan harga maka kepuutusan itu harus diambil. Jangan pernah mengurangi kualitas demi mempertahankan harga. Segera lakukan perubahan namun anda tidak kehilangan pelanggan. Untuk waktu sesaat mungkin akan ada gejolak, namun jika anda memiliki reputasi yang baik, niscaya pelanggan akan kembali bahkan bertambah. Semoga sukses.
 
Sumber:
http://www.entrepreneur.com/article/219752
READ MORE - Menaikkan Harga Tanpa Kehilangan Pelanggan

Bagaimana Membuat Rencana Pemasaran?

Perusahaan yang sukses dalam pemasaran selalu mulai dengan sebuah rencana pemasaran. Perusahaan-perusahaan besar memiliki rencana pemasaran dengan jumlah hingga ratusan halaman. Jika perusahaan besar menyusun rencana pemasaran sedemikian sungguh-sungguh, bagi usaha kecilpun perlu membuat rencana pemasaran secara sungguh-sungguh pula.Rencana pemasaran harus didokumentasikan dalam bentuk tertulis, selanjutnya lihat setidaknya kuartalan dokumen tersebut, tetapi lebih baik lagi bulanan. Hal ini bermanfaat untuk melacak kinerja pemasaran anda.
Rencana pemasaran tersebut harus mencakup untuk satu tahun. Penting untuk difikirkan hal-hal apa saja yang berubah, perkembangan pasar perkembang, pelanggan yang datang dan pergi.
Selain itu rencana pemasaran juga membahas masa depan jangka menengah – dua sampai empat tahun perjalan. Namun sebagian besar rencana Anda harus fokus pada tahun mendatang.
Mungkin anda harus menyempatkan diri beberapa bulan untuk menulis rencana tersebut, meski itu hanya beberapa halaman panjangnya. Mengembangkan rencana adalah beban berat pemasaran. Sementara melaksanakan rencana tersebut memiliki tantangan tersendiri, memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya adalah tantangan pemasaran terbesar.

Evaluasi Rencana Pemasaran

Siapa yang harus melihat rencana Anda? Semua orang dalam perusahaan. Perusahaan biasanya menyimpan rencana pemasaran mereka.Namun sebenarnya semua orang yang terlibat dalam perusahaan perlu untuk melihat dan mengevaluasi bersama rencana pemasaran.Anda tidak dapat melakukan rencana pemasaran tanpa banyak orang yang terlibat
Adalah sangat penting mendapatkan umpan balik dari semua bagian dari perusahaan Anda: keuangan, manufaktur, personil, suplai dan seterusnya – selain pemasaran itu sendiri.
Hal ini sangat penting karena akan mengambil semua aspek dari perusahaan anda untuk membuat rencana pemasaran. Orang-orang kunci Anda dapat memberikan masukan yang realistis pada apa yang dicapai dan bagaimana tujuan Anda dapat tercapai, dan mereka bisa berbagi wawasan mereka pada potensi apapun, peluang pemasaran yang belum-belum direalisasi, menambahkan dimensi lain untuk rencana Anda.

Rencana Pemasaran Dan Visi Perusahaan

Apa hubungan antara rencana pemasaran Anda dan rencana bisnis Anda atau visi? Rencana bisnis Anda menguraikan apa bisnis Anda adalah tentang – apa yang Anda lakukan dan tidak lakukan, dan apa tujuan akhir Anda. Ini meliputi lebih dari pemasaran, melainkan dapat mencakup diskusi lokasi, kepegawaian, pembiayaan, aliansi strategis dan sebagainya.
Ini mencakup “visi,” kata-kata gemilang yang menguraikan tujuan mulia perusahaan Anda . Rencana bisnis Anda adalah pedoman dari bisnis Anda: Jika Anda ingin melakukan sesuatu yang di luar rencana bisnis, Anda perlu berubah pikiran atau mengubah rencana. Rencana bisnis perusahaan Anda menyediakan lingkungan di mana rencana pemasaran Anda harus berkembang.


Sumber
http://www.entrepreneur.com/marketing/marketingbasics/marketingplan/article43018.html
READ MORE - Bagaimana Membuat Rencana Pemasaran?

Tips Mengevaluasi Kinerja Penjualan

Dalam memasarkan produk memberikan target penjualan barang atau jasa merupakan langkah yang penting. Tidak hanya memberikan motivasi untuk bertindak target penjualan juga menjadi pedoman dan evaluasi kinerja staff penjualan. Jika belum maksimal bisa dibenahi untuk mencapai target penjualan yang telah digariskan. Memang tidak ada aturan baku dalam menetapkan target penjualan. Target penjualan bisa disesuaikan dengan kondisi anda, keuangan, ketarampilan tenaga penjualan dan lain sebagainya.

Siklus Penjualan

Di dalam proses penjualan barang dan jasa, selalu melalui siklus penjualan yang selalu berulang. Dalam setiap bisnis mungkin siklusnya berbeda namun secara garis besar siklus penjualan dapat digambarkan sebagai berikut:
  • Pendahuluan atau menghubungi calon pembeli/pelanggan
  • Pendekatan dan pembicaraan
  • Membuat Janji
  • Demonstrasi produk
  • Mengajukan proposal/penawaran
  • Penjualan tertutup
Meskipun siklus perusahaan Anda mungkin memiliki langkah yang berbeda dari contoh di atas,namun anda dapat menggunakannya sebagai dasar untuk menciptakan target penjualan dan mengevaluasi kinerja pemasaran.

Menetapkan Target Penjualan

Tuliskan apa yang Anda pikirkan mengenai siklus penjualan Anda. Berbicaralah kepada semua staff dalam dengan berulang-ulang untuk melihat apakah pemikiran Anda sesuai cara pandang orang lain dalam melihat siklus penjualan.
Tetapkan frekuensi berapa kali misalnya staff penjualan menghubungi calon pembeli dalam satu bulan, berapa kali mengadakan pertemuan dan seterusnya hingga akhirnya berapa yang berakhir dengan transaksi yang menguntungkan.
Setelah ini berjalan beberapa minggu/bulan dapat dievaluasi masing-masing kinerja staff pemasaran. Setelah itu bisa dicari jalan keluar bagaimana meningkatkan kinerja bidang pemasaran.(Galeriukm).

Sumber:
http://www.entrepreneur.com/article/217384
READ MORE - Tips Mengevaluasi Kinerja Penjualan
 
hostgator coupon code